Surat Untuk Suamiku

00.15

Assalamualaikum suamiku
Ketika membaca tulisan ini, alhamdulillah sudah genap 28 tahun umurmu.

Barakallah fii umrik suamiku, semoga setiap harimu selalu dihiasi dengan keberkahan dari Allah.

Terimakasih selalu mengisi hari-hariku, selalu menumbuhkan cinta di hatiku dan tetap kuat bertahan ketika aku sedang berada di fase yang paling menyebalkan.

Mendampingimu adalah keberkahan dalam hidupku. Inginku bukan hanya hidup denganmu di dunia namun terus bersama hidup dalam surganya Allah 'Azza Wa Jalla, aamiin ya mujib.

Rasanya masih ingat saat pertama kali kau sampaikan keinginan untuk menikahiku.
Kau tau saat itu bukan suara gemuruh di hatiku yang mucul seperti yang sempat aku bayangkan.
Yang hadir justru segala macam pertanyaan, sudah benar-benar siapkah aku menjadi  seorang istri, bagaimana nanti ketika aku jauh dari orang tua, bagaimana sikapmu jika kelak kau marah padaku dan pertanyaan-pertanyaan lainnya.

Mengikuti kelas pra nikah ternyata belum cukup membuatku tenang saat itu.

Selama proses hingga kita akhirnya menikah, yang paling aku yakini saat itu adalah "Jika memang namamu yang tertulis di lauhul mahfudz pasti Allah akan berikan jalannya"

Qadarullah, 24 Februari 2018 Allah satukan kita dalam ikatan pernikahan


Teruntuk teman hidupku
Terimakasih telah menerima kekuranganku
Terimakasih telah memilih bersamaku ❤️



You Might Also Like

0 comments