Tips Dasar Mendesain Flyer

05.06

Tips Dasar Mendesain Flyer - Flyer atau secara umum lebih dikenal dengan nama brosur pastinya sangat tidak asing lagi bagi seorang desain grafis. Seiring dengan terus tumbuhnya sosial media dan kebutuhan akan penyampaian informasi, fungsi flyer yang tadinya dalam bentuk outprint lama kelamaan tergantikan dalam bentuk digital. Kemudahan ini tentunya yang mendorong semakin banyaknya orang "mendadak" jadi seorang desain grafis. Bagi sebagian orang, yang penting informasi kegiatan atau produk mereka dapat terwujud dalam gambar dan tidak lagi terjebak dalam tulisan panjang lebar.

Tips Dasar Mendesain Flyer

Namun sayangnya, beberapa desain grafis "dadakan" itu hanya berfokus pada informasi-informasi yang mereka inginkan harus masuk dalam sebuah flyer. Tanpa memikirkan, pandangan pertama orang yang melihatnya. Bagi ku, pandangan pertama itu penting, karena hal ini yang menentukan seseorang akan lanjut membaca informasi yang kita sampaikan atau tidak. Jika pandangan pertama tidak mampu menarik minatnya, tentu saja flyer yang kita buat hanya berakhir pada kata skip.

Nah, di postingan kali ini aku bakal sharing mengenai bagaimana membuat sebuah flyer dengan komposisi yang menarik pada pandangan pertama. Pokoknya kita harus berusaha agar flyer yang udah capek-capek di buat gak hanya sekedar dapat like/love tapi juga di baca dan mudah di pahami oleh orang lain.

Pahami Dari Dasar

Ada beberapa hal dasar yang harus di perhatikan sebelum memulai membuat sebuah flyer, antara lain
1. Ukuran
Sebelum membuat flyer, pastikan dulu ukurannya. Hal ini perlu, agar tidak terjadi yang namanya perombakan file. Aku biasanya paling cerewet kalau ada yang minta ubah ukuran, karena bagiku merubah ukuran berarti merubah seluruh isi dari desain.

2. Tema
Misalnya nih, kita mau buat flyer untuk kegiatan yang berhubungan dengan wanita. Nah dari tema ini lah nanti akan terhubung dengan warna yang digunakan, pattern dan ornamen-ornamen tambahan yang akan kita masukkan nanti untuk menunjang desain yang kita buat. Tema ini biasanya di dapatkan dari brief yang di berikan client, bahasa mudahnya sih berdasarkan cakap-cakap client

3. Informasi
Dari seambreg infomasi yang masuk, sebagai kapten untuk desain yang kita buat. Kita harus cukup pandai mengambil info-info penting yang kelak akan di tonjolkan dalam flyer yang sedang di desain. Jika sedang membuat flyer kegiatan, informasi penting itu pastinya meliputi tema kegiatan, waktu dan lokasi, penjelasan singkat mengenai kegiatan dan logo-logo pendukung.

Tips Dasar Mendesain Flyer
Hal dasar yang sering ditemui dalam flyer

Ruang Kreatif

Nah di ruang kerja desain atau aku lebih senang menyebutnya ruang kreatif, ada beberapa komponen-komponen yang perlu di perhatikan agar flyer yang di desain menarik pada pandangan pertama. Antara lain:
1. Warna
Seperti yang telah di jelaskan di atas, tema akan menentukan warna dari flyer yang akan di desain.
Agar flyer mudah untuk dibaca dan memikat hati pembaca, usahakan tidak terlalu menggunakan banyak warna. Biasakan menggunakan maksimal sekali tiga warna dalam sebuah flyer yang di desain atau gunakan warna-warna yang senada.

2. Komposisi Infomasi
Komposisi infomasi meliputi tata letak dalam sebuah flyer. Judul, tanggal dan waktu adalah komponen informasi utama yang harus dapat di baca dengan bebas hanya dalam hitungan detik. Untuk itu informasi ini harus lebih di tonjolkan dari informasi pendukung.
Dan jika ingin membahkan background atau ornamen-ornamen pendukung selalu usahakan jangan sampai lebih menonjol dari informasi utama.
Cara menonjolkan infomasi penting dapat dilakukan dengan:
a. Menggunakan jenis font yang berbeda dari font informasi pendukung (hal ini sering dilakukan untuk penulisan judul)
b. Menggunakan warna yang berbeda dari warna font informasi pendukung
c. Penambahan latar atau pun garis yag ditujukan untuk menarik perhatian

3. Font
Pemilihan font yang tepat dapat memikat mata dengan cepat juga tentunya. Kombinasi antara jenis font script dengan sains serif atau serif sering kali di temui. Namun sayangnya kadang karena ingin kelihatan menarik, beberapa orang memakai terlalu banyak font sehingga kesan mewah dari sebuah desain menurun.
Usahakan menggunakan maksimal tiga jenis font yang berbeda, agar hasil desain tetap indah di pandang mata.
Tips agar lebih hemat dalam penggunaan jenis font, usahakan menggunakan jenis font yang memiliki variasi bold, thin dan medium. Jadi kita tetap bisa kombinasi dengan satu jenis font aja, hasilnya di jamin deh bakal tampak lebih elegant (aku paling suka font yang punya banyak variasi).

4. Background
Dalam mendesain flyer sering kali di hadapkan dengan pilihan menggunakan background polos atau yang sedikit ramai (misalnya sebuah foto landscape). Nah jika ingin menggunakan background yang ramai, maka harus di pastikan warnanya tidak mengganggu warna font yang digunakan. Warna font informasi tetaplah harus lebih dominan, maka hal ini dapat disiasati dengan sedikit menggelapkan warna background (tambah layer warna hitam misalnya).

5. Logo
Logo rasanya cukup jarang terpisah dari sebuah flyer. Ketika dalam seuatu kegiatan banyak sponsor, tentunya dalam flyer akan banyak di masukkan logo. Nah ketika ini terjadi, maka harus di pastikan setiap logo memiliki ukuran yang sama dan jika ada sponsor utama logo mereka bisa di beri ukuran yang sedikit lebih besar. Agar ukuran logo kelihatan sama besar, gunakan warna latar putih. Maka jejeran logo akan terlihat lebih rapi.

Tips Dasar Mendesain Flyer
Komposisi flyer, agar lebih mudah di baca
Jadi masih ragu untuk desain flyermu sendiri? Yok dari sekarang mulai perhatikan komposisi dari desainmu agar lebih menarik pandangan.
Salam kreatif

Bahan Belajar Desain, Klik ya

You Might Also Like

2 comments

  1. terima kasih kk lily.. bisa lah ini kita terapkan sekarang ilmunya...

    BalasHapus
  2. terimakasih kak lily yang sudah membagi ilmunya

    BalasHapus

Follow Me