Pejuang Kecil

02.50

Assalamualaikum penjuang kecil kami

30 Januari 2019
"Anak ibu harus segera dilahirkan"
Pesan dokter dengan wajah cemas saat itu.

Sebenarnya jadwal chekup kehamilan ku harusnya di awal bulan februari, tapi ntah kenapa malam itu suami ingin kami bersegera ke dokter kandungan, padahal di siang harinya tidak ada rencana sama sekali. Aku pun langsung saja mengiyakan saat di ajak pergi,  biasanya aku kurang suka pergi dadakan termasuk pergi chekup ke dokter.
Tapi malam itu, Allah begitu ringankan langkah kami.

Namun sesampainya di dokter kandungan, dokter langsung menyarankan ku untuk bersegera lahiran (paling lama ke esokkan harinya) padahal kontraksi sama sekali tidak ada.
Katanya air ketuban ku sudah sedikit dan plasentanya juga sudah mulai menua.
Malam itu juga, dokter memberikan ku tablet agar kontraksi segera datang. Karena bagaimanapun aku tetap masih berharap bisa melahirkan secara normal.

kami jatuh cinta denganmu, bahkan sebelum melihatmu
Dokter lainnya
Diagnosa dokter yang mengatakan aku harus bersegera melahirkan, tentunya membuat kami berdua kaget.
Timbul rasa cemas di hati.
Aku pun malam itu rasanya masih tidak percaya dengan diagnosa dokter tersebut, karenanya aku meminta suami untuk mengatar ku ke tempat praktek dokter kandungan lainnya.
Malam itu waktu sudah menunjukkan pukul 20.30 wib, alhamdulillah praktek dokternya masih buka.
Berharap diagnosa dokter yang pertama salah, di praktek dokter yang kedua ternyata kami mendapat jawaban yang sama. Di tempat yang kedua ini malahan dokter tersebut menyarankan agar aku segera lahiran malam itu juga.

Kami pulang dengan perasaan campur aduk, walau terlihat biasa saja tapi aku tau malam itu suami sangat cemas.
Anjuran dokter pertama untuk datang ke RS setelah subuh, gak sanggup di nantinya dengan tenang. Akhirnya tepat pukul 00.00 wib kami bergerak ke RS, kondisiku sendiri saat itu masih belum merasakan kontraksi. Mungkin tablet dari dokter tersebut belum cukup membantu.

Ruang IGD
Berjam-jam di ruang IGD, pembukaan gak kunjung naik. Masih betah di pembukaan satu, itu pun masih sempit kata suster disana.

Pukul 03.00 wib aku di pindahkan ke ruang bersalin normal, namun hingga pukul 10.00 wib calon bayiku belum menunjukkan tanda-tanda ingin keluar. Maka, demi menjaga keselamatan aku dan bayiku dokter memutuskan aku harus segera menjalani operasi sesar.

Baca juga: Bermalam di NICU (Part II)

Pejuang Kecilku
31 Januari 2019
Ada yang berbeda di ruang operasi saat itu, dokter tidak memperlihatkan anakku kepada ku. Aku hanya bisa mendengar suara tangisannya yang menjauh dari ruang operasi, kecurigaan ku mucul saat itu juga.

Lama aku menunggu sendirian di ruang pemulihan, dengan perasaan yang gak karuan. Hingga datang seorang suter, yang darinya aku tahu ternyata anakku lahir dengan berat badan yang cukup kurang.

Bayi kecil kami lahir dengan berat badan kurang dari bayi normal pada umumnya,  bagaimana mungkin kami yang setiap bulannya selalu chekup ke dokter bisa kecolongan masalah berat badan.
Dan malam sebelumnya aku juga baru chekup di praktek dokter yang menangani operasiku. Terprediksi saat itu berat badan anak kami 2.7 kg, kenapa begitu banyak berat yang hilang?

Air mata gak terbendung lagi saat itu

Sesampainya di ruang rawat inap, aku yang saat itu masih dalam masa pemulihan pasca operasi tidak bisa langsung menemui bayi kami.
Karena saat itu bayi kecil kami masih harus dirawat intensif di ruang nicu dan terus dilakukan observasi untuk melihat perkembangan bayi kami dikarenakan berat badannya yang kurang walaupun umurnya sudah cukup. Rangkaian observasi yang dilakukan, juga mengharuskan bayi kecil kami berpuasa.

butuh waktu 27 jam untuk bertemu dan melihat wajahmu 

Berharap
Berdasarkan hasil observasi di RS, dokter mendiagnosa bayi kecil kami mengalami beberapa gangguan. Salah satunya ada udara yang tidak pada tempatnya berada di dalam paru-parunya sehinggah membutuhkan tindakkan lebih lanjut dengan dokter toraks.

Namun RS tempat aku melahirkan tidak berkerja sama dengan dokter tersebut, sehingga anak kami harus segera dipindahkan ke RS lainnya yang meliliki ruang nicu sekaligus dokter toraks.

Mendengar kabar itu, kami sekeluarga bergegas mencari info RS yang memiliki kedua hal penting di atas. Pihak RS juga berusaha mencari, qadarallah semua ruangan nicu rumah sakit ber BPJS di medan saat itu sedang dalam keadaan penuh.

Lama menunggu, akhirnya kami mendapat kabar dari seorang dokter kenalan ayah ku. Dia mengabarkan jika RS di daerah pakam tersedia ruang nicu berserta dokter toraks tersebut.

1 Februari 2019
Sebelum adzan maghrib berkumandang, bayi kecil kami dipindahkan ke RS daerah pakam untuk mendapatkan tindakkan selanjutnya.







You Might Also Like

28 comments

  1. Masyaallah kakak akhirnya, tabarakallah kak ly :)

    BalasHapus
  2. Perjuangan menjadi orangtua selalu haru dan mendebarkan, bahkan masih ingat benar tiap momen menantikan kehadirannya. Moga si adek lekas pulih dan sehat bugar Mak. Ntar durian bisa main bareng ama Nusaibah dan Rufaidah. Nama adek siapa mak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bang, gak sabar pengen di ajak durian. Biar nbt bs ketemuan sama nusaibah & rufaidah 😁

      Hapus
  3. Semoga Ia dapat tumbuh sehat dan kuat serta menjadi anak Sholehah

    BalasHapus
  4. Cemoga pejuang kecilnya bisa jaga ibu dan ayahnya, dan tentunya menjadi seorang traveler handal. yeeyyy

    BalasHapus
  5. dari tulisan ini aku belajar, kalo jadi orang tua itu gak berhenti sampai di situ aja, masih banyak yang harus dilakukan dan ayah serta ibu punya peran penting untuk menjaga tumbuh kembangnya

    semoga si pejuang kecil, melengkapi hari dan menjadi traveler, biar jalan bertiga hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin Allahumma Aamiin, sehat2 ya untuk calon bapak dan calon ibu 😁

      Hapus
  6. waah...selamat ya mak. semoga dedek bayi bertumbuh sehat, bahkan pesat. berulang kali ketemu bayi prematur yang tumbuh sebagai bayi chubby dan aktif sekali.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin Allahumma Aamiin, terima kasih doanya kak 😁

      Hapus
  7. Salam kenal dari ibu 2 anak yg jg ngalami Caesar (2x).... Insya Allah setiap lelah menjadi ibadah yg pahalanya melimpah-limpah ya.... Tetap semangat, kita.... �� Sehat selalu utk yg punya blog ini dan baby-nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin Allahumma Aamiin, terimakasih doanya kak. Kak juga sehat2 ya, semangat ngasuh anak 😁 ~ Salam kenal

      Hapus
  8. Barakallah kak ly. Begitulah semua ibu di dunia ini. Semua punya perjuangan masing-masing.

    InsyaAllah si kakak bayi solehah jadi anak yang sehat dan berprestasi ya kaak... (dipanggil kakak, biar ada adeknya��)

    Dia anak yang kuat, persalinan dengan cara normal atau pun caesar hanyalah proses lahir. Masih panjang perjuangan kita sebagai ibu kak e. Lahir normal dan caesar juga bukan penentu kualitas kemuliaan seorang ibu.

    Jadi tetap semangat kak lilyyy....
    Kak lily hebat, bisa melewati itu semua. Awak tau rasanya anak di NICU, karena ana kakak awak juga sempat di NICU. InsyaAllah sehat2 kalian semua yaa naak.. Aamiin.. Sekali lagi Tabarakallah..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin Allahumma Aamiin, mksh ya kak 🤗. Semangat ngasuh anak buat kita ya 😁 hehehe

      Hapus
  9. aku langsung teringat prosesi kelahiranku dulu..... hiks sedih.

    fyi, aku lahir saat gigitan pertama ayam kentucky. jadi pas mau lahiran ibuku minta sebelum mau ngelahirin dia harus makan kfc (padahal lagi prosesi kelahiran). dia tetep bersikeras gak mau ngelahirin aku sebelum makan kentucky. dan ayahku bela2in malam2 beli kentucky. dan saat gigitan pertama di kulitnya yang renyah dan juga enak.... aku brojol kedunia ini.

    monmaap sedikit curhatan absurdku

    btw, itu real! huhuhuhuhu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jd dirimu belum semapat lah ya ngerasaain daging ayamnya, udah keburu lahir 😂

      Hapus
  10. Kasusnya sama kayak kakak pas mau lahiran olil dulu huhu.


    hai pejuang kecil, Assalamualaykum dari Abang Olil yaaah, 😍

    Jadi anak sholehah dan penyejuk hati ayah ibuk❤️

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waalaikumsalam, peluk kak nurul 🤗

      Hapus
  11. Baca di awal awal udah deg degan hehe...

    Alhamdulillah ya kak...
    Semoga dedek kecil bisa sehat selalu dan menjadi anak yang berbakti kepada orang tua nya.

    BalasHapus
  12. Selamat datang pejuang kecil...semoga jadi anak yang sholehah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin Allahumma Aamiin, makasih kak 😁

      Hapus
  13. Pejuang kecil yang selalu menjadi penyejuk kedua orang tuanya. Sehat-sehat terus yah pejuang kecil yang manis.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin Allahumma Aamiin, makasih tante 😁

      Hapus