Tour Jogja : I'm In Love

16.18

Pokoknya kalau ke jogja, aku harus foto di jalan malioboro

Kata-kata ini terus terniang di kepala, tersimpan rapi sebagai sebuah rasa rindu.
Lama aku menyimpan rasa rindu menikmati kota jogja yang katanya kota pelajar dengan segala keramahan warga lokalnya.

Dan akhirnya, setelah banyak tanggalan di kalender yang seliweran gak sabar menunggu giliran. Kesempatanku untuk menikmati kota jogja itu datang.

Hi, Jogja
Penyusunan itinerary pun di mulai, dari mengumpulkan lokasi-lokasi wisata yang bedekatan dan membagi wisata berdasarkan jarak tempuh.

23 Juli 2017
Hi jogja, salam kangen

Alhamdulillah, mendarat dengan selamat di jogja
Hal yang pertama kali yang ingin dilakukan sesuai dengan janji di awal ialah foto di "malioboro". Tapi perut gak bisa di ajak damai, akhirnya perjalanan pertama dimulai dengan menenangkan gejolak perut yang memberontak.
Pilihan jatuh ke angkringan keraton ndalem, suasana disini cukup nyaman dan tenang.

Angkringan Keraton Ndalem

Perut udah kenyang, perjalanan di lanjutkan ke pasar kangen.
Pasar kangen ini menjual segala macam barang jaman dulu, berada disini berlama-lama serasa masuk ke atmosfir yang berbeda jauh dari hal yang serba canggih seperti saat ini. Tapi sayang karena datang terlalu malam, penjual makanan udah dapat tutup.



Rindu yang terbalas...
Akhirnya aku sampai di malioboro, setelah puas keliling pasar kangen yang mulai tutup. Untuk bisa berfoto di spot yang aku pengen ternyata gak mudah, harus rela ngantri cuy.
Karena spot foto yang dekat rel terlalu rame, akhirnya kami memutuskan untuk jalan lebih kedalam, berharap dibagian dalam sepi, nyatanya... Sama aja ramenya, ngantri juga haha
Mau foto, harus banyak sabar ya ~ ngantri uyee

Capek berdiri, nungguin antrian
Malam masih panjang, duduk manis di angkringan jadi pilihan selanjutnya.
Memang jogja sangat terkenal dengan angkringan, di sepanjang jalan malioboro kita dapat dengan mudah menemuinya.
Di angkringan terdapat beragam jajanan yang murah, meriah tapi enak.

Pilihan jajanannya banyak, mulai harga  Rp 1000 dan enak-enak

Di antara banyak nya tawaran jajanan, ada satu hal yang sengat manarik perhatian "Kopi Joss" ini lah sebutan utuk nama minuman yang satu ini, kopi ini menjadi istimewa karea disajikan dengan arang kayu yang membara Arang kayunya sendiri di celupkan langsung ke kopi yag panas, sehinga saat di celupkan terdengar lah bunyi "josssssss"
Mungkin karena ini dinamakan kopi joss, hahaha

Itu arang panasnya langsung dimasukkan ke kopi, jossshhhh
24 Juli 2017
Kilas Balik Sebuah Peninggalan

Awali hari dengan sarapan, jargon ini benar sekali menurutku. Biar kuat jalan-jalannya sarapan gak boleh kelewatan. Hari pertama sarapan di jogja, aku makan nasi soto. Kalau di medan sih nasi soto cenderung untuk menu makan siang hehehe

Soto di jogja gak pakai santan kayak di medan

Lepas sarapan, perjalan hari kedua menuju Candi Prambanan. Penginggalan sejrah yang terkenal dengan cerita seribu candinya, melihatnya dari dekat ternyata begitu istimewa.

Walau beberapa bangunan candi sempat hancur karena gempa bumi tahun 2006, tapi pengelola terus melakukan pemugaran untuk menjaga bangunan yang begitu bersejarah ini.

Candi Prambanan
Tiket masuk ke kompleks Candi Prambanan
Dewasa : Rp 40.000
Anak-anak : Rp 20.000

Saran jika berkunjung kemari, cobain juga audio visulanya ya. Agar saat berkeliling kamu udah cukup paham sejarah singkat di balik megahnya Candi Prambanan.
Untuk tiket masuknya cukup bayar Rp 5.000 / orang 

Pasar oleh-oleh
Keluar dari kompleks candi, kamu bakal nyusurin jalan yang sekelilingnya oleh-oleh. Harganya murah meriah, untuk ganci bisa kamu dapatkan mulai dari Rp 1.000
Oleh-oleh itu gak penting harga, yang penting ingat

Puas keliling candi dan berteman akrab dengan matahari. Perjalanan di lanjutkan ke Keraton Ratu Boko, suasa disini sebenarnya lebih ciamik di nikmati saat sunset tapi karena terbatasnya waktu siang bolong pun kami hajar aja ke sini.

Keraton Ratu Boko
Perjalanan ke Keraton Ratu Boko benar-benar penuh drama, hmm mobil yang kami pakai gak sanggup melewatin medan yang terjal meliuk-liuk dan mobilpun hampir terperosok kejurang. Maka demi keamanan dan kenyamanan, mobil kami parkirkan di depan rumah warga yang di panggilin gak keluar-keluar. Karena uda nanggung, mobil kami tinggalkan aja walau gak permisi ~ maaf ya bu.

Dan drama pun dilajutkan, jalan yang berkelok sebenarnya buat ragu untuk melanjutkan perjalanan. Karena gak tau pasti harus jalan seberapa jauh lagi. Tapi kemajuan teknologi emang benar-benar terasa hahah
Kata om google udh gak jauh, jadi kami memutuskan untuk lanjutkan perjalanan.

Pemandangan saat sunset jauh lebih cakep. Karena matahari jatuh tepat di tengah gerbang
Tiket masuk Keraton Ratu Boko : Rp 40.000

Sisa waktu...
Waktu yang masih panjang, membawa kami ke destinasi selanjutnya yaitu Tebing Breksi
Sebuah tebing tinggi yang dipahat dengan detail di bagian dindingnya.
Alhamdulillah kami sampai tepat sore hari, dimana cahaya matari mulai malu-malu.
TIPS kalau ke sini bawa masker dan kacamata ya
karena angin cukup kencang dan debu setiap saat bisa berlomba dengan angin.

Spot naga, mau foto ngantri ya. Gantian sama yang lain
Tempat ini cukup kece untuk anak sosmed, ada beberapa spot foto yang cukup instagramable

Tiket masuk dan parkir ke lokasi ini di bayar seikhlasnya
Jjadi kamu harus panda menghargai sebuah tempat wisata ya

Ada banyak sudut bagus
Tebing Breksi merupakan bekas lokasi penambangan batu breksi, namun tebing ini sudah di tetapkan sebagai situs Geohetitage Candi Ijo yang di lindungi

Malam hari enaknya kemana?

Liburan di tempat penginapan doang, jelas-jelas hal yang salah bagiku. Maka malam harinya kami memutuskan main ke alun-alun selatan
Ada apa disana?
Yang paling terkenal yaitu nyoba jalan di atara dua pohon beringin yang cukup gede, kabarnya sih kalau bisa jalan lurus dan sukses ngelewati pohon itu keinginan kita bisa terkabul.
Hehehe, saya mah dua kali percobaan melenceng terus, nabrakin ukan jualan, terus malah jalan ke rumput-rumput.

Mobil tapi sepeda
Eh, abis main cobain makan es krim gorengnya ya. Harganya Rp 3.000
Pasti kedengeran lah suara bapak penjualnya, soalnya dia cukup heboh di tegah keramaian hahah


Keseruan jogja belum berakhir
Masih ada rindu yang butuh di selesaikan

You Might Also Like

1 comments

  1. Entah kenapa magnet Jogja memang luar biasa ya, Ly. Akupun kangen sama kota itu. Udah lama sekali ngga mampir jalan-jalan ke sana. Satu lagi nih, kangen juga sama Solo. Soalnya deket banget dari Jogja dan bisa dicapai naik KA ekonomi doang :D.

    BalasHapus

Follow Me